Mungkin dapat dipastikan bahwa kebanyakan dari pembaca belum meengenal siapa KH. As’ad itu, benar gak?
Tapi terlepas dari itu, tidak ada salahnya kalau kita tengok beliau sebentar melalui tulisan yang singkat ini. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi kita setelah membacanya, terutama kepada penulis sendiri. Aamiin!
KH. As’ad Syamsul Arifin lahir di Makkah tahun 1897 dan wafat di Situbondo-Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1990. Beliau adalah seorang kiai yang berjasa besar dalam pengembangan kurikulum Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo Asembagus Situbondo.
Selain sebagai kiai, beliau juga seorang wiraswastawan. Hal itulah yang membuat sikapnya mandiri dan independent. Di Situbondo dan Asembagus beliau memiliki tujuh toko yang cukup besar. Di kawasan wisata pantai pasir putih Situbondo, beliau memiliki dua restoran. Begitu pun di pulau Dewata Bali. Beliau juga memiliki restoran di Makkah, tempatnya dulu menuntut ilmu. Tidak hanya itu, beliau juga mempunyai rumah berlantai tujuh yang setiap musim haji disewakan untuk penginapan jamaah haji, belum lagi saawah, tambak, dan perahu, serta aset-aset kekayaan lainnya.
Lalu, untuk kepentingan apakah beliau harus berwiraswasta? Ternyata semua penghasilan beliau digunakan untuk menyajahterahkan rakyat kecil. Saat menjadi pemimpin pesantren, beliau mengkaveling tanah seluas 20 hektar di sekitar pesantren. Tanah itu kemudian dibagikan kepada masyarakat agar dijadikan sebagai tempat tinggal dengan harga jual yang sangat murah dan hanya beberapa bidang tanah yang digunakan untuk pesantren.
Kalau kamar santri dan bangunan lainnya terbuat dari tembok permanen, sementara itu, rumah yang beliau tempati hanyalah bangunan semi permanen yang ukurannya kurang lebih 3×6 meter. Di dalamnya hanya ada amben (Bhs Indonesia: ranjang)yang telah dimakan usia dan dialasi tikar pandan (Bhs Jawa: Kloso) dalam ruang berlantaikan tanah. Di situlah Kiai As’ad menerima tamu, sekaligus tidur. Pakaian yang dikanakannya dalam segala sikon pun tetap, yaitu terdiri dari baju puti, sarung pelekat putih, kopiah putih, dan sandal selop.
Adakah kiai jaman sekarang, pejabat saat ini, pengusaha, tokoh, politisi atau siapakah dia (gak urus bah anak jenderal, berandal, tukang sandal) yang hari ini hidup seperti Kiai As’ad?
Sekian,


hei knalan ni sp ni yg bikin ni blog???
follow y……
ass.wr.wb
Wa’alaikum slm. wr. wb.
trm kasih sdh berkunjung..!
Wa’alaikm slm…. monggo kalo mau follow, dgn senang hati!
Nama sy Ahmad Adhim
Anda sendiri siapa?
Wa’alaikum salam….
Ada yg manggil saya “adhimovich”.