Semoga kisah berikut dapat memberi hikmah bagi kita. Selamat mengikuti….!
===> Mulai
Pak Amin yang sibuk sebagai wakil rakyat ingin mendapatkan wejangan (nasihat) dari Pak Dahlan, yang sibuk menjadi seorang menteri. Pak Amin bertanya, “Mas, apa kiat-kiatnya agar bisnis sampingan kita tetap berjalan dengan baik walaupun kita sibuk menjadi pejabat pemerintah?”
“Ya kita harus mempunyai asisten yang cerdas. Seperti aku yang mempunyai asisten yang cerdas, Rudi namanya,” kata Pak Dahlan.
“Lalu, bagaimana caranya agar kita tahu bahwa asisten kita itu cerdas?” tanya Pak Amin.
Pak Dahlan kemudian memanggil Rudi dan mengajukan sebuah pertanyaan kepada asistennya itu, “Rudi, kalau atasanmu mempunyai tiga orang anak buah, siapakah yang tidak lebih pandai dan juga tidak lebih bodoh darimu?”
Rudi menjawab dengan cepat dan tepat, “Ya saya sendiri, Pak Dahlan.”
“Nah, Pak Amin sudah melihat sendiri betapa cerdasnya asisten saya ini.” kata Pak Dahlan kepada Pak Amin. Merasa telah mendapatkan wejangan yang cukup, Pak Amin pun mohon pamit.
***
Setelah sampai di kantor, Pak Amin ingin mempraktikan ilmu yang baru saja didapatkannya dari Pak Dahlan itu. Maka, dipanggillah asistennya yang sangat ia percaya selama ini, namanya Soleh.
“Soleh, seandainya atasanmu mempunyai tiga orang bawahan, siapakan yang tidak lebih pandai dan juga tidak lebih bodoh darimu?” tanya Pak Amin kepada Soleh.
Soleh hanya terdiam dan bingung. “Bolehkah saya menanyakannya kepada pegawai Bapak yang lain?” jawab Soleh setelah sekian lama terdiam.
“Boleh, monggo!”
Soleh kemudian .menemui temannya, Pak Sabar. Lalu Sholeh bertanya, “Pak Sabar, kalau atasanmu punya tiga orang bawahan, siapakah yang tidak lebih pandai dan juga tidak lebih podoh darimu?”
“Ya saya sendiri, Leh,” jawab Pak Sabar. Kemudian, Soleh segera menghadap Pak Amin. “Bagaimana Leh, kamu sudah tahu jawabannya?”
Dengan percaya diri Soleh menjawab, “Yang tidak lebih pandai dan juga tidak lebih bodoh dari saya itu Pak Sabar.”
Pak Amin hanya bisa mengelus dada sambil menegur Soleh, “Soleh..Soleh, masak gitu aja salah. Yang betul itu Pak Rudi, dia asistennya Pak Dahlan.”
===> Selesai
Sudah dulu, kapan-kapan disambung lagi dengan kisah-kisah yang lain. Kalo gak tau lucunya dimana, ntar sms saya aja di 083857517747.

