“Sedekah satu dirham di waktu sehat dan bakhil lebih baik daripada wasiat seratus dirham menjelang matinya. Jika engkau ingin menyimpan tabungan yang aman dari hewan atau pencuri, maka simpanlah di akhirat melalui sedekah.”
IBNU MAS’UD
-ooOoo-
Awalnya, Ibnu Mas’ud adalah seorang penggembala ternak milik Uqbah bin Mu’ith. Beliau termasuk ulama’ pandai, sehingga dikatakan sebagai al-imam al-hibr dan faqihu al-ummah. Beliau adalah sahabat Nabi yang amat senang dengan ilmu, baik menuntut atau mengamalkannya. Ia adalah orang yang paling menyerupai Nabi dalam hal ketenangan dan wibawanya. Kecintaan Nabi kepada pembawa sandal dan siwaknya ini, sungguh sangat luar biasa. Hingga beliau pernah bersabda, “Aku ridha terhadap sesuatu yang diridhai Ibnu Ummi Abd (Ibnu Mas’ud, red). Dan aku marah terhadap sesuatu yang menjadikan marahnya Ibnu Ummi Abd.” (HR. Thabrani). Belaiu adalah sahabat yang pemberani, yang menyertai Nabi dalam setiap peperangan. Ibnu Mas’ud wafat di Madinah pada tahun 32 H dalam usia 60 tahun lebih.
=======================================================
“Orang yang berakal adalah orang yang jika diam dia berfikir, jika bersuara dia berdzikir, dan jika memandang dia mengambil pelajaran.”
Ali bin Abi Thalib
-ooOoo-
Ali bin Abi Thalib merupakan salah seorang yang pertama kali masuk Islam. Ali masih memiliki hubungan keluarga dengan Nabi. Beliau adalah sepupu Nabi Muhammad, yang kemudian menjadi menantu Rasulullah SAW. setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra. Ali lahir di Makkah pada tanggal 13 rajab. Nama aslinya adalah Haydar bin Abu Thalib. Dinamakan Haydar (singa), karena keluarga Abu Thalib berharap mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Makkah.Pada usia remaja, setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW. Karena sebagai anak asuh, maka beliau berkesempatan selalu dekat dengan Nabi. Dan hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Kesederhanaan, kerendah-hatian, ketenangan, dan kecerdasannya yang bersumber dari Al-Qur’an dan wawasan yang luas membuatnya menempati posisi istimewa di antara para sahabat Rasulullah lainnya. Hingga Nabi mengatakan, “Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah gerbangnya”. Ali bin Abi Thalib meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij, saat mengimami shalat shubuh di masjid Kufah pada tanggal 19 Ramadhan. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah.


